KURIKULUM K13
BAB I
PENDAHULUAN
A. RASIONAL
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa pembentukan Pemerintah Negara Indonesia yaitu antara lain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan upaya tersebut, Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat (3) memerintahkan agar Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
Pengembangan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa dimasa depan, yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman. Dalam mewujudkan sistem pendidikan nasional tersebut maka sekolah harus membuat keadaan ideal sekolah yang diinginkan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan sekolah. Begitu juga di SDN Wonosari 02.
Kondisi ideal yang diharapkan tercapai SDN Wonosari 02 adalah terpenuhinya delapan Standar Nasional Pendidikan, sehingga penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang bermutu dapat tercapai. Namun demikian, kondisi nyata saat ini SDN Wonosari 02 masih harus terus berbenah dan mengupayakan pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan.
Keberadaan SDN Wonosari 02, disamping berdiri sejak tahun 1947, juga mempunyai letak yang strategis yaitu di tepi Jalan Raya Semarang - Kendal tepatnya di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang mengakibatkan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Adapun batas wilayah sekolah ini yaitu sebelah utara Jalan Raya Semarang – Kendal, sebelah timur gedung Puskesmas lama, sebelah selatan Pabrik Toha Putra, dan sebelah barat tanah DPU Kota Semarang. Kondisi lingkungan sekolah yang seperti ini dapat memberikan keuntungan tetapi juga dapat memberikan kelemahan bagi sekolah.
Merujuk pada kondisi dimana pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan yang memberikan dampak yang cukup signifikan. Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu satunya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran. Masa pandemi 2020 s.d. 2021, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan) menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan. Kemudian Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan kurikulum, yaitu ditetapkannya Kurikulum Merdeka yang diluncurkan pertama kali tahun 2021, sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran akibat pandemi selama tahun 2022 – 2024.
Berdasarkan hal-hal di atas, Satuan Pendidikan khususnya SDN Wonosari 02 harus menerjemahkan keadaan-keadaan tersebut sesuai peraturan-peraturan yang berlaku ke dalam sebuah kurikulum yang bisa menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan.
Untuk memenuhi amanat undang-undang serta peraturan pemerintah di atas dan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah khususnya, maka SD Negeri Wonosari 02 memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum SDN Wonosari 02 pada setiap pergantian tahun pelajaran. Melalui kurikulum ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah.
Penyusunan kurikulum ini telah melalui beberapa tahap, mulai dari membentuk tim pengembang kurikulum sekolah, menyiapkan dan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku, melakukan analisis kontens, melaksanakan rapat koordinasi penyusunan kurikulum, melakukan penelaahan dan penyempurnaan kurikulum, serta akhirnya menetapkan dan mengesahkan pemberlakuan kurikulum.
B. TUJUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Tujuan Pengembangan Kurikulum adalah mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.
Tujuan pengembangan kurikulum ini untuk memberikan acuan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam megembangkan program-program yang akan dilaksanakan sekolah. Selain itu, kurikulum juga disusun agar dapat memberi kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk belajar antara lain:
C. LANDASAN PENYUSUNAN KURIKULUM
1. Landasan Filosofis
Kurikulum sekolah dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut.
Adapun landasan yuridis kurikulum adalah sebagai berikut
KURIKULUM MERDEKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Karakteristik Satuan Pendidikan
Penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan disesuaikan kekhasan, kondisi dan pontensi daerah dengan menyelaraskan kondisi satuan pendidikan dan karakteristik peserta didik dalam satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, kurikulum operasional sekolah akan mengacu pada capaian pembelajaran yang telah disusun oleh pusat dan diterjemahkan dalam alur tujuan pembelajaran yang dikonkretkan dalam proses pembelajaran.
Penyusunan dan pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan berfokus kepada pemenuhan kebutuhan peserta didik dengan mengembangkan kompetensi dalam perubahan kehidupan abad ke-21 yang memuat ciri khas dan potensi lokal sekolah. SDN Wonosari 02 berdomisili pada daerah yang strategis di tepi jalan raya Semarang - Kendal, dengan keterjangkauan lokasi yang mudah ditempuh dengan sarana transportasi yang ada. Lingkungan sekolah pun berada dekat dengan sarana kesehatan, olahraga dan keagamaan sehingga menjadi salah satu kekuatan pendukung dalam proses pembelajaran.
Latar belakang peserta didik berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah dengan rata-rata bekerja sebagai karyawan pabrik. Latar belakang keagamaan yang mayoritas adalah peserta didik beragama Islam. Sedangkan minat dan bakat peserta didik sangat beragam. Berdasarkan perbedaan latar belakang tersebut maka memperkuat alasan Profil Pelajar Pancasila mampu diimplemetasikan secara utuh di SDN Wonosari 02 dengan motto ”Keunikan dalam Harmonisasi (Unieqly in Harmony)”. Maka dalam penyusunan Kurikulum Operasional, karakteristik peserta didik dengan segala latar belakangnya menjadi satu pertimbangan utama agar menjadi pendidikan yang berkeadilan dalan kebhinekaan.
Tujuan akhir capaian pembelajaran yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum adalah untuk membentuk karakter peserta didik untuk menumbuhkan iman, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis, bergotong royong dan kreatif dengan mengakomodir keragaman tersebut.
B. Landasan Pengembangan Kurikulum
Landasan yuridis dalam penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SDN Wonosari 02 mengacu pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional sebagai arah tujuan pendidikan sekolah. Dan juga mengacu pada Landasan hukum penyusunan Kurikulum Operasional, diantaranya sebagai berikut :
Landasan filosofis sebagai dasar penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SDN Wonosari 02 adalah dengan mempertimbangkan budaya bangsa sebagai akar penopang pendidikan yang akan tumbuh membentuk pendidikan berkelanjutan. Generasi penerus tetaplah menjadi generasi penjaga kelestarian budaya namun peka terhadap perkembangan zaman. Pengalaman belajar menjadi poin utama dalam menguasai kompetensi.
Peserta didik merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif, mandiri dan inovatif. Proses pendidikan sebagai suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat memiliki kecakapan hidup yang sesuai minat bakat yang mengembangkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan kinestetik.
Berdasarkan landasan tersebut, SDN Wonosari 02 dengan kekuatan, kemampuan dan keinginan untuk selalu ingin berkembang, berharap akan menjawab tantangan pendidikan dalam memfasilitasi suatu suasana belajar penuh aktivitas, berkarya dan menyenangkan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan membentuk peserta didik sebagai agen Profil Pelajar Pancasila yang memiliki kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism).
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A. Visi Sekolah
SDN Wonosari 02 mengusung visi:
“Terwujudnya generasi pelajar muda sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter, inovatif dan berprestasi”
Adapun indikator ketercapaian dari visi sesuai dengan variabelnya antara lain:
B. Misi Sekolah
Dalam upaya mengimplementasikan visi sekolah, SDN Wonosari 02 menjabarkan misi sekolah sebagai berikut:
C. Tujuan Sekolah
Tujuan yang diharapkan oleh SDN Wonosari 02 dalam implementasi kurikulum sebagai bentuk dan cara mewujudkan misi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
3. Tujuan Jangka Panjang (4 tahun ke depan)
4. Kompetensi Karakteristik Kekhasan Lulusan Sekolah
Sekolah sebagai tempat menempuh ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter generasi bangsa. Profil Pelajar Pancasila diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang unggul sebagai pembelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dalam pencapaian visi, misi dan tujuan sekolah, maka disusun kompetensi lulusan peserta didik SDN Wonosari 02 sebagai alat ukur pencapaian kurikulum dan target pelaksanaan proses pembelajaran pelaksanaan kurikulum operasional SDN Wonosari 02.
Adapun kompetensi lulusan SDN Wonosari 02 mempertimbangkan dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara berimbang sesuai capaian pembelajaran pada setiap fase di sekolah dasar, membentuk Profil Pelajar Pancasila, dan inovatif, tangguh dan memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan untuk masa depannya.
Berikut adalah kompetensi lulusan yang ingin dicapai SDN Wonosari 02.
Adapun kriteria untuk kelulusan peserta didik dari SDN Wonosari 02 adalah sebagai berikut:
BAB III
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
DAN RENCANA PEMBELAJARAN
A. Pengorganisasian Pembelajaran
Kurikulum operasional di SDN Wonosari 02 merupakan sebuahbentuk kurikulum operasional untuk melaksanakan Kerangka Dasar dan StrukturKurikulum yang telah dibuat oleh pusat, baik capaian pembelajaran, prinsippembelajaran dan asesmen serta Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum operasional diSDN Wonosari 02 ini merupakan bentuk penyesuaian dari kerangka yang disusunpusat dengan menyelaraskan potensi daerah, kemampuan sekolah dan latar belakangpeserta didik.
Gambar 1. Alur Perancangan Kurikulum
Kurikulum operasional di SDN Wonosari 02 disusun mulai dengan menganalisis mata pelajaran yang akan dimuat dalam kegiatan intrakurikuler dengan sistem reguler. Kegiatan intrakurikuler ini dikemas sebagai pembelajaran rutin lima hari efektif setiap minggunya. Hasil analisis mata pelajaran akan dilanjutkan dengan mengemas pilihan pembelajaran dalam bentuk tematik dan atau parsial dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila di dalamnya, kemudian dikemas dalam bentuk yang lebih mengerucut dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang bersifat reflektif.
Dalam menentukan pembelajaran tematik dan parsial, SDN Wonosari 02 mempertimbangkan prinsip pembelajaran, penentuan materi esensial dan juga pengolaborasian pembelajaran terpadu dengan mengambil tema-tema yang kontekstual dengan peserta didik, mudah dipahami dan dieksplorasi, dan up-date dengan perkembangan informasi.
a. Mata Pelajaran Umum
Mata pelajaran yang dilaksanakan oleh SDN Wonosari 02 Tahun Pelajaran 2023/2024 adalah Pendidikan Agama Islam sebagai agama mayoritas peserta didik, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Seni dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Untuk Pendidikan Agama yang lain maka tetap mendapatkan porsi yang sama dengan Pendidikan Agama Islam. Sedangkan untuk mata pelajaran Seni, SDN Wonosari 02 mengakomodir Seni Musik, Seni Rupa, Seni Tari, dan Keterampilan.
Pembelajaran dibuat tematik terpadu untuk mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia dan IPAS dan Seni. Sedangkan untuk Pendidikan Agama Islam. Matematika dan PJOK dilakukan parsial. Rencana pembelajaran tematik dan mata pelajaran memuat tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian yang lengkap. Tujuan pembelajaran dibuat terukur, sehingga dapat terlihat progress dan umpan balik yang jelas pencapaiannya. Dalam kegiatan inti harus tersirat implementasi model pembelajaran (contohnya: problem based learning, project based learning dan inquiry based learning dan lainnya) dan strategi pembelajaran yang beragam untuk mengakomodir perbedaan karakteristik peserta didik. Diharapkan variasi model pembelajaran bermanfaat untuk mengingkatkan kemampuan peserta didik dalam menemukan “AHA”, menyampaikan ide dan gagasan, menemukan solusi, menghasilkan produk dan mengasah kemampuan literasi numerasi.
Rencana pembelajaran bersifat reflektif. Kontinuitas pembelajaran dapat terlihat dengan harapan tidak terjadi gap dan miskonsepsi dari pembelajaran sebelumnya. Dapat disusun mingguan yang tertuang ke dalam jadwal pembelajaran mingguan, namun catatan refleksi menjadi tambahan dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya.
Gambar 2. Alur Pelaksanaan Pembelajaran
b. Mata Pelajaran Bahasa Daerah
Selain mata pelajaran umum, SDN Wonosari 02 pun mengakomodir bahasa daerah sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu bagi masyarakat Jawa. Bahasa daerah juga menjadi bahasa pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal SD/MI. Melalui pembelajaran bahasa daerah diperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan etnopedagogis. Pembelajaran bahasa dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Daerah dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan hasil karya sastra daerah.
Desain pembelajaran mata pelajaran Bahasa Daerah diturunkan dari kompetensi yang telah disusun oleh tim pengembang kurikulum Bahasa Daerah Provinsi Jawa Tengah. Konten dalam Bahasa Daerah sama halnya dengan Bahasa Indonesia yang terdiri dari 4 elemen kebahasaan.
c. Pengembangan Diri
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. Adapun tahapan kegiatan pengembangan diri dilakukan dengan cara:
Pilihan pengembangan diri di SDN Wonosari 02 adalah sebagai berikut.
Pembelajaran Bahasa Inggris merupakan program unggulan SDN Wonosari 02 yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik melalu berbicara, menulis dan mendengarkan. Konten materi lebih mengedepankan kepada hal-hal sederhana yang dapat ditemukan dalan kehidupan sehari-hari seperti perkenalan diri, keadaan di rumah, kelas, sekolah dan lingkungan sekitar.
Pembelajaran TIK merupakan program unggulan SDN Wonosari 02 yang bertujuan mempersiapkan peserta didik dalam menyongsong abad milenial, revolusi Industri 4.0 yang dilakukan serba komputerisasi dan serba digital. Materi pembelajaran komputer diawali dari pengenalan sederhana komputer, tool-tool yang yang ada di komputer.
d. Program Inklusif
SDN Wonosari 02 termasuk sekolah inklusif, sehingga SDN Wonosari 02 tetap mengusung keadilan dalam pendidikan dimana satuan pendidikan menerima peserta didik dengan berbagai latar belakang kemampuan diri. Untuk alasan tersebut, SD merancang program inklusif dalam bentuk program individu yang dapat memfasilitasi peserta didik berkebutuhan khusus dengan kategori rendah.
Program individu disusun dengan penyesuaian kebutuhan masing-masing peserta didik, baik akademik maupun non-akademik. Program ini disusun oleh tim guru dengan melibatkan orang tua dan terapis atau psikolog. Hal utama yang diperhatikan dalam proses penyusunan program ini adalah bagaimana peserta didik dengan kebutuhan khusus mampu melakukan kecakapan dasar, keterampilan hidup, dan penumbuhan percaya diri. Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi baca, tulis hitung, cara bersosialisasi dan kemandirian merupakan bentuk program individu tersebut. Program ini pun akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan sekali atau bisa lebih cepat jika ada kondisi khusus untuk penyesuaian sehingga dapat terlihat bagaimana perkembangan peserta didik.
Pengondisian dalam lingkungan belajar dan bermain menjadi fokus utama lainnya sehingga peserta didik mampu belajar hal positif dari lingkungan sekitarnya, penerimaan yang baik dari lingkungan sekitar dan terhindar dari kasus bullying.
3. Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Dalam kurikulum operasional di satuan pendidikan SDN Wonosari 02 dirancang pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pembelajaran ini masuk ke dalam ko-kurikuler yang dirancang dalam sesuai tema besar yang telah ditentukan dengan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sebagai bentuk proyek implementasi Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila dikemas dalam dua proyek utama yang dapat ditampilkan secara terpadu dari mulai kelas 1 sampai 6. Pengalokasian waktu untuk kegiatan ini terpisah dari alokasi waktu kegiatan intrakurikuler sehingga tidak mengurangi kegiatan regular mingguan. Selain kedua proyek besar tersebut, dimensi Profil Pelajar Pancasila pun dikembangkan dalam proses pembelajaran intrakurikuler dalam pembelajaran tema dan mata pelajaran, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila diselaraskan dengan potensi lokal yang menjadi ciri khas satuan pendidikan, capaian operasional pembelajaran, dapat mengakomodir keragaman minat bakat peserta didik dan mampu mengembangkan kecakapan hidup peserta didik. Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Gambar 3. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek
Dalam membuat rancangan pembelajaran berbasis proyek terdapat langkah langkah yang harus disusun secara bertahap mulai dari mengidentifikasi masalah dengan pertanyaan pemicu yang diambil dari permasalahan kontekstual implementasi Profil Pelajar Pancasila kemudian merancang proyek secara kolaboratif antara guru dan peserta didik disertai program penjadwalan yang disepakati, setelah itu dilanjut ke tahap pelaksanaan. Di bagian akhir ada presentasi hasil yang akan dievaluasi dan kemudian menjadi refleksi untuk perbaikan.
Gambar 4. Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek
Pada tahun pelajaran 2023/2024, pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila mengusung implemetasi nilai-nilai Pancasila. Diawali dengan menganalisis permasalahan kontekstual yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kemudian menentukan proyek dalam bentuk hasil karya tulis, gerak dan seni, jiwa kewirausahaan dan potensi sumber daya alam dan budaya lokal di sekitar satuan pendidikan. Proyek ini dikembangkan per jenjang kelas dengan bimbingan guru kelas dan guru mata pelajaran yang kemudian digabungkan dalam satu event di akhir proyek di tiap-tiap akhir semester. Proyek pertama yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2023 dengan mengambil tema kewirausahaan yang mengusung pemanfaatan potensi dan budaya daerah dalam menanggulangi masalah lingkungan di sekitar sekolah. Proyek kedua dilaksanakan pada bulan Mei bertema Cerlang Budaya Daerah yang mengemas kegiatan untuk menampilkan proses riset budaya peserta didik untuk menjadi duta budaya Jawa. Proyek ini pun sebagai bentuk peringatan Hari Pendidikan Nasional yang merupakan tonggak sejarah dalam dunia pendidikan yang mengusung persatuan dan kesatuan bangsa, dan sekaligus sebagai Hari Jadi Kota Semarang.
Tahap terakhir adalah tercapainya tujuan akhir dari pembelajaran berbasis proyek ini, yaitu selain untuk mengimplementasikan dalam keseharian sebagai agen Profil Pelajar Pancasila, juga untuk merancang pembelajaran ko-kurikuler yang inovatif, menarik dan capaian pembelajaran yang terkemas berbeda. Pembelajaran ini juga bentuk penguatan karakter yang membudaya pada satuan pendidikan.
4. Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penunjang di SDN Wonosari 02 sebagai suplemen dalam pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan peserta didik sesuai dengan bakat dan minat serta kompetensi lainnya.
Kegiatan ekstrakurikuler SDN Wonosari 02 meliputi:
|
NO |
Jenis Kegiatan |
Indikator Keberhasilan dan Implemetasi Profil Pelajar Pancasila |
Sasaran |
|
A |
Study Club |
||
|
1. |
Science Club |
Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi kompetisi atau kejuaraan untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya masing-masing dengan karakter yang mandiri dan memiliki kreativitas. |
Kelas 4 Kelas 5 |
|
2. |
Math Club |
Kelas 4 Kelas 5 |
|
|
3. |
English Club |
Kelas 1, 2, 3 |
|
|
4. |
Computer Club |
Kelas 4 & 5 |
|
|
B |
Olahraga |
||
|
5. |
Voli |
Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan olah raga voli, takraw, dan tenis meja dengan karakter yang mandiri dan gotong royong. |
Kelas 4, 5 |
|
6. |
Takraw |
Kelas 4, 5 |
|
|
7. |
Tenis Meja |
Kelas 4, 5 |
|
|
C |
Seni dan Budaya |
||
|
9. |
Seni lukis |
Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan seni lukis dan musik yang berkarakter kebhinekaan global, mandiri dan kreatif. |
Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3 |
|
10. |
Seni musik |
Kelas 4,5 (pianika)
|
|
|
NO |
Jenis Kegiatan |
Indikator Keberhasilan dan Implemetasi Profil Pelajar Pancasila |
Sasaran |
|
11. |
Kriya |
Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembuatan kriya dari bahan dasar alam dan pengelolaan sampah. |
Kelas 1, 2, 3 pengelolaan sampah plastik. Kelas 4, 5 pembuatan kriya dari pelepah pisang dan bambu |
|
D |
Keorganisasian |
||
|
11. |
Pramuka |
Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap kepemimpinan, kebhinekaan global, kemandirian, kreatif, disiplin, tanggungjawab dan semangat nasionalisme. |
Kelas 1 sampai dengan kelas 5 |
|
12. |
UKS dan Dokter Kecil |
Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap yang mengutamakan kebersihan sebagian daripada iman yang mengembangkan nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dalam kemandirian, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif dalam menjadi agen pelopor cinta kebersihan dan kesehatan. |
Kelas 4, 5
|
5. Aktualisasi Budaya Sekolah
Kegiatan pembiasaan merupakan budaya sekolah yang dilaksanakan setiap hari sebagai upaya pendidikan pembentukkan karakter peserta didik sebagai implementasi Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan dan tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan spontan atau berupa direct dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan membimbing peserta didik bersikap dan berperilaku dengan menanamkan nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi habituasi yang terinternalisasi dalam hati dan jiwa peserta didik.
Berikut adalah budaya sekolah yang dilaksanakan di SDN Wonosari 02: a) Kegiatan Harian, terdiri dari kegiatan:
b) Kegiatan Mingguan, terdiri dari kegiatan:
c) Kegiatan bulanan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan pada hari Sabtu ke-4 bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kompettitif, sportif dan keberanian, yaitu dengan melaksanakan student’s performances. Kegiatan bulanan terdiri dari kegiatan:
d) Kegiatan tahunan ini dilaksanakan setahun sekali yang bertujuan menanamkan dan meningkatkan kesadaran peserta didik untuk menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan rasa cinta tanah air, membentuk kecakapan hidup dan mengembangkan minat bakat peserta didik yang percaya diri, seperti:
e) Kegiatan insidentil yaitu kegiatan yang dilakukan sewaktu-waktu disesuaikan dengan kondisi riil dan situasi nyata seperti aksi donasi banjir, menengok teman yang sakit, dan lain sebagainya.
f) Kegiatan life skill merupakan kegiatan yang dilaksankan baik di sekolah maupun di rumah yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada peserta didik untuk berinteraksi dalam sosial kemasyarakatan dan keterampilan dirinya. Materi pengembangan life skill antara lain:
6. Pengaturan Waktu Belajar
Pengaturan waktu belajar intrakurikuler setiap mata pelajaran di SDN Wonosari 02 untuk kelas 1, 2, 4 dan 5 akan menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik secara reguler per minggu. Selain itu terdapat pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam bentuk kegiatan kokurikuler.
Pengaturan waktu belajar pada Kurikulum Merdeka SD terbagi menjadi 4 tabel struktur, yaitu: Kelas 1; Kelas 2; Gabungan kelas 3, 4 dan 5; dan kelas 6. Untuk SDN Wonosari 02 pada tahun pelajaran 2023/2024 pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada kelas 1, 2, 4, dan 5.
Pengaturan waktu belajar adalah sebagai berikut.
Kelas 1
|
No |
Mata Pelajaran |
Banyak JP Per Minggu |
Kegiatan Reguler Per Minggu |
Proyek Profil Pelajar Pancasila |
Total Per Tahun |
|
1 |
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
3 JP |
108 |
36 |
144 |
|
2 |
Pendidikan Pancasila |
4 JP |
144 |
36 |
180 |
|
3 |
Bahasa Indonesia |
6 JP |
216 |
72 |
288 |
|
4 |
Matematika |
4 JP |
144 |
36 |
216 |
|
5
|
Seni dan Budaya (Pilih min 1) Seni Musik Seni Rupa Seni Tari Keterampilan |
3 JP |
108 |
36 |
144 |
|
6 |
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) |
3 JP |
108 |
36 |
144 |
|
7 |
Bahasa Inggris |
2 JP |
72 |
- |
72 |
|
8 |
Muatan Lokal (Bahasa Jawa) |
2 JP |
72 |
- |
72 |
|
Total |
27 JP |
972 |
252 |
1260 |
|
Kelas 2
|
No |
Mata Pelajaran |
Banyak JP Per Minggu |
Kegiatan Reguler Per Minggu |
Proyek Profil Pelajar Pancasila |
Total Per Tahun |
|
1 |
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
3 JP |
108 |
36 |
144 |
|
2 |
Pendidikan Pancasila |
4 JP |
144 |
36 |
180 |
|
3 |
Bahasa Indonesia |
7 JP |
252 |
72 |
324 |
|
4 |
Matematika |
5 JP |
180 |
36 |
216 |
|
5
|
Seni dan Budaya (Pilih min 1) Seni Musik Seni Rupa Seni Tari Keterampilan |
3 JP |
108 |
36 |
144 |
|
6 |
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) |
3 JP |
108 |
36 |
144 |
|
7 |
Bahasa Inggris |
2 JP |
72 |
- |
72 |
|
8 |
Muatan Lokal (Bahasa Jawa) |
2 JP |
72 |
- |
72 |
|
Total |
29 JP |
1.044 |
252 |
1296 |
|
Kelas 4 dan Kelas 5